Senin, 11 Februari 2013

Tidak Ada Pahala




Nabi SAW sedang duduk berkumpul dengan beberapa sahabat lainnya. Tiba-tiba datang seorang lelaki menghadap beliau, setelah mengucap salam dan meminta ijin untuk bicara serta diijinkan, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana bila seseorang berjihad fi sabilillah, tetapi ia juga mengharapkan suatu tujuan/kepentingan dunia (dalam perjuangannya itu) ??”
Nabi SAW berkata tegas, “Tidak ada pahala baginya!!”

Para sahabat yang mendengar jawaban pendek dan tegas beliau itu merasa gentar hatinya, yakni antara takut dan khawatir. Salah seorang sahabat berkata pelan kepada lelaki itu, “Ulangilah pertanyaanmu kepada Nabi SAW, mungkin beliau belum jelas benar dengan maksud pertanyaanmu!!”

Lelaki penanya itu menuruti permintaan sang sahabat tetapi ia tidak mengubah redaksi (susunan kalimat) pertanyannya. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana bila seseorang berjihad fi sabilillah, tetapi ia juga mengharapkan suatu tujuan/kepentingan dunia (dalam perjuangannya itu) ??”
Sekali lagi Nabi SAW berkata pendek dan tegas, “Tidak ada pahala baginya!!”

Seorang sahabat lainnya berkata pelan kepada lelaki penanya itu, “Ulangilah pertanyaanmu kepada Nabi SAW, mungkin engkau yang belum jelas dengan maksud pertanyaanmu itu!!”

Sahabat ini mungkin 'menangkap' maksud lain, yakni seseorang yang berjihad "Lillaahi ta'ala", tetapi terselip sedikit harapan, siapa tahu ia akan memperoleh ghanimah. Lelaki itu menuruti permintaan sahabat tersebut, tetapi ia tidak mengubah redaksi pertanyaannya. Ia mengulang pertanyaannya kepada Nabi SAW seperti semula, dan beliau tetap menjawab, “Tidak ada pahala baginya!!”

Amat merugi orang yang memperbanyak sujud namun agar dahinya hitam,rajin puasa dengan tujuan menyehatkan badan,atau orang yang pergi haji agar afdol memakai kopyah putih..oleh karena itu,perbaiki niat sebelum beramal,jaga dalam perjalanan,lalu jangan obral ibadah kecuali kepada orang yg bertanya yg ingin mendapatkan pelajaran!

Kata salah seorang Syeh, beliau berkata: betapa banyak amalan besar menjadi kecil pahalanya karena niat, dan banyak amalan kecil menjadi pahala yang besar karena niat pula. Mari perbaiki niat kita. Itu lah mengapa Hadits pertama dalam Kitab arbain Nawawi adalah tentang Niat, karena pentingnya niat dalam hidup kita. Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar